Cerita darinya
Hari ini tema postinganku mengenai IRI. Kali ini, Gadis itu sedang bercerita tentang kata hatinya dan dia memang sedang butuh sosok sahabat yg benar2 dapat bersatu padan dengan hati dan pikirannya. Namun bukan hanya itu, ia berkata ia belum menemukan sosok sahabat seperti dulu yang ia punya. Dan... katanya:
Iri itu manusiawi banget. Iri itu rasanya timbul pada saat perasaan kita mengatakan kalo kita tidak bisa 'memiliki' ataupun 'merasakan' seperti objek/subjek yg menimbulkan rasa iri tersebut. Aku iri mereka punya ini, itu, mereka punya kebahagiaan diantara mereka, mereka punya kelurga dan orang2 tersayang yang amat dan teramat istimewa dimataku. Ya. Karena aku tidak memiliki seutuhnya seperti apa yang mereka punya. Aku tidak memiliki senyuman tulus di kala bahagia setiap harinya. Aku tidak bisa menguasai diriku untuk mendapati sosok sahabat yang satu visi-misi. Kali ini tampak berbeda sekali. Seolah-olah mencoba menutup diri dan hanya terpaku pada satu dua orang yang sama saja. Jenuh dan iri melihat mereka.
Lantas mendengar semua itu, apa yang bisa kuperbuat. Hanya mencoba dan berusaha bahwa aku bisa menjadi bagian darinya, bisa bermain dan membuatnya tersenyum? Apa bisa? Itulah kenapa sulit menjadi sosok teman sehati dan sejati... butuh waktu lama untuk adaptasi dan sosok sahabat itu lebih susah didapati jika bukan dari kita yang memulai membuka diri dan merajut tali persaudaraan kepada siapa saja