Harus berapa kali lagi, harus berapa lama lagi aku berdiri sendiri dalam kesakitan ini. Sekarang aku mulai mencoba utk tetap tegar dalam kesakitan ini tapi masih sangat dalam semua ini. Aku berjanji utk tidak menitihkan air mata lagi, tapi semakin ditahan, semakin sulit rasanya membendung tangis ini :')
Ini benar-benar bukan aku yg sesungguhnya, bukan Vindy Cesariana yg ada di dalam diriku ya Rabb :')
Semakin aku ingin menjauhi semakin aku tidak tega dengan keikhlasan dan kerelaan ini. Aku malu. Aku... :'(
Disaat hening dan sendiri di sudut ruang pink ini, semua makin pecah. Aku teringat kembali, aku sedih lagi, ada kesal karena yakin mereka pasti tidak akan memikirkan aku lagi. Aku berasa terpuruk dalam permulaan bahagia mereka ya Allah :'(
kenapa harus aku yg tergantikan seperti ini? :')
Entah apa lagi yg akan kulihat. Berjalan sambil melewati mereka berdua? Mereka berjalan berdua? Mereka tertawa berdua? Sakiiiiiitt ya Allah :"(
Aku butuh kembali menjadi Vindy Cesariana yg cukup tegar utk saat ini. Walau sulit. Kemana jati dirikuuu? Kenapa aku benar-benar dibutakan oleh cinta dan seorang pria yg tak cukup jelas utk masa depanku kelak? Kenapa aku lalai dan berasa bodoh dengan semua ulahku?
Disaat ketulusan seseorang dinilai besar usahanya, jgn pernah lagi terjebak dengan ketulusan yg dulu, sekarang dan masa depan. Karena tulusnya seseorang terhadap kita itu jauh mahal harganya, walau ada perdebatan diantara kedua pihak.. seorang pria tulus tidak hanya mengikrarkan janji tulusnya itu, melainkan rela berkorban dengan sikap tulusnya kepada kita, mempertahankan dan hanya tulus kepada satu wanita saja, walau banyak wanita sempurna lainnya yg dapat menggoda hatinya :')
Astaghfirullahalaziim