Rabu, 08 Mei 2013

Tegar dalam kesakitan itu emas :')

Harus berapa kali lagi, harus berapa lama lagi aku berdiri sendiri dalam kesakitan ini. Sekarang aku mulai mencoba utk tetap tegar dalam kesakitan ini tapi masih sangat dalam semua ini. Aku berjanji utk tidak menitihkan air mata lagi, tapi semakin ditahan, semakin sulit rasanya membendung tangis ini :')
Ini benar-benar bukan aku yg sesungguhnya, bukan Vindy Cesariana yg ada di dalam diriku ya Rabb :')
Semakin aku ingin menjauhi semakin aku tidak tega dengan keikhlasan dan kerelaan ini. Aku malu. Aku... :'(
Disaat hening dan sendiri di sudut ruang pink ini, semua makin pecah. Aku teringat kembali, aku sedih lagi, ada kesal karena yakin mereka pasti tidak akan memikirkan aku lagi. Aku berasa terpuruk dalam permulaan bahagia mereka ya Allah :'(
kenapa harus aku yg tergantikan seperti ini? :')
Entah apa lagi yg akan kulihat. Berjalan sambil melewati mereka berdua? Mereka berjalan berdua? Mereka tertawa berdua? Sakiiiiiitt ya Allah :"(

Aku butuh kembali menjadi Vindy Cesariana yg cukup tegar utk saat ini. Walau sulit. Kemana jati dirikuuu? Kenapa aku benar-benar dibutakan oleh cinta dan seorang pria yg tak cukup jelas utk masa depanku kelak? Kenapa aku lalai dan berasa bodoh dengan semua ulahku?

Disaat ketulusan seseorang dinilai besar usahanya, jgn pernah lagi terjebak dengan ketulusan yg dulu, sekarang dan masa depan. Karena tulusnya seseorang terhadap kita itu jauh mahal harganya, walau ada perdebatan diantara kedua pihak.. seorang pria tulus tidak hanya mengikrarkan janji tulusnya itu, melainkan rela berkorban dengan sikap tulusnya kepada kita, mempertahankan dan hanya tulus kepada satu wanita saja, walau banyak wanita sempurna lainnya yg dapat menggoda hatinya :')

Astaghfirullahalaziim

Senin, 06 Mei 2013

Perihku di malam 06 mei 2013

Entah kenapa malam ini waktu yang kurasa menjadi malam yg menyakitkan. Setelah aku melihat semua itu ingin rasanya aku langsung menuju ranjang. Kutarik selimut ini untuk menutupi semua tubuhku. Langsung kumatikan lampu, kututup semua buku dan laptopku. Tak ingin dulu melanjutkan belajarku malam ini. Rasanya ingin tak tahan lagi dengan semua yang ku alami hingga malam ini datang. Semua bantal dan selimut ini ternyata sudah kubahasi dengan air mata ini. Begitu lancar ia mengalir. Entah apa yg ada di benak dan di hatiku malam ini. Suatu kekecewaan. Kecemburuan. Kehilangan. Sakit. Dan benar-benar mematahkan hati perempuan. Entah pula kepada siapa aku akan bercerita. Takut tangis ini pecah lagi untuk kesekian kalinya.
Aku juga berfikir, apa aku pernah sebegitu lancang mencari pria lain beberapa bulan terakhir ini. Aku yakin tidak. Tapi, kenapa malah perasaan aku yg seolah-olah dikhianati? Kenapa begitu cepat? Kenapa harus dengan temanku sendiri? Kenapa seperti ini? Astaghfirullahalazim :')

Tetes air mata yg haram utk seorang pria

Memang benar hanya ada 1 dari 1000 pria yg benar-benar bisa menjaga perasaan seorang wanita. Semua janji, luapan kata2nya hanyalah ia sampaikan disaat wanita itu sedang terbuai dalam keagungannya. Aku cukup menjadi orang yang dikhianati, yang dibuang dan diacuhkan sebegitunya ketika seorang pria tidak memerlukanku lagi saat ini. Walau memang dari dasar hatiku masih tersimpan rapi dan terjaga sekali kata-kata dan janji manis darinya. Dia sepertinya tidak pernah tau, tidak ingin mau mengerti lagi, tidak ingin mau menyimpan semua kenangan lagi, tidak pernah mau lagi mempertahankan, tidak mau lagi menjaga ketertundaan hubungan ini. Ya, sakit sekali. Aku sudah terjerumus di permainan yg rapi skali seperti ini ya Allah :')
Cukuplah malam ini aku meneteskan air mata utk seorang pria yang mungkin sedang jauh dariku dan mendapatkan sosok wanita lain yg lebih idaman baginya. Aku merasa terus berdosa mempertahankan semua ini ya Allah, apalagi diposisiku yg saat ini sdg mempertahankannya namun ia rela melihat kesedihanku disaat dia berada dengan wanita lain.

Some months with someone's without

"Sebenernya kata hati itu akan sangat berarti tersampaikan disaat orang lain dapat membaca tulisanmu dan ikut hanyut olehnya, apalagi yg membacanya itu adalah orang yang kamu tuju. Benar bukan?" :)

Well.. back to the tittle.. I suddenly back to the mellow night (again)
Sesungguhnya emang bener galau itu manusiawi untuk para wanita muda di era modernisasi saat ini, yg galaunya biasa dipublish disepanjang sosmed, ya kan (?)
I dont actually know what i eagerly want, but i obviously make it difficult to explain that i really want it right now.. I'm in troubling and I'm being tiring when I just lie for myself and for my dearest people. I'm right now, in such unconditional love trap, wheter I feel I was wrong to someone or I feel so bad with my hopeless on someone belong to me before
The tears were such goin drop easily while my friends and other call your name in front of me, it is, I means my heart just like feel dont accept what has happened to us, I just cant imagine more what have I did to you, or may be another my bad acts to you, another bad respon I share to, and another wrong habit I always show to you. And..Oke some were my false and my regret is laughing on me so loudly this night. I realize I was stucked for recently month without you. Thankyou very much...