Jumat, 02 Januari 2015

03 Januari 2015

Ada kesan tersendiri dari tanggal ini. Bukan karena awal tahunnya, buka karena orang-orang masih merayakan tahun baruan, bukan juga karena itu angka yang cantik. Tapi itu tepat dimana aku 21 tahun lalu dilahirkan ke dunia ini...
Ciuman, dekapan, dan ucapan dipagi hari dari orang tersayang, mama, papa, dan manet saat aku membuka mata, lepas dari waktu pulasku, hanya bahagia yg sederhana yang kuperoleh. Aku itu orangnya memang melankolis, mudah tersentuh hatinya, jadi wajar saja setiap momen yang aku anggap berharga, apabila orang lain masih mengingatnya, aku bisa-bisa makin luluh dan makin melow...
Ditambah lagi, nyala LED, penanda pesan bbm, line, maupun sosmed lainnya memberi notifikasi --> "ada yg turut mendoakan hari bahagiamu" <--
Siapa yang tak menanti-nanti??
Kalian juga pasti rasakan itu...

Doa dan untaian kata-kata harapan dari teman-teman semua sungguh sangat berarti, karena yang spesial seperti itu hanya satu kali kutemui dalam setahun.
Aku telah mendapati yang lain yang menyampaikan pesan singkat maupun untaian doa untukku.. ya. Kalian. Yang sungguh-sungguh tulus untuk hari bahagiaku ini.

Satu lagi yang rasanya lebih sakral. Tepat hari ini pula, bersesuaian dengan Maulid Nabi Muhammad SAW, luar biasa berkah hari ini, luar biasa Allah melindungi hamba-Nya hingga hari ini dari berbagai hal yang dapat menjebakku dalam kemudaratan.

Semoga Allah SWT selalu meridhoi langkahku ini, menuju janur pelangi yang akan menerjang hari-hariku kelak, menemani aku menapaki jalan setapak yang penuh dengan lika-liku kelak. Satu hal. Aku yakin Allah selalu memberi yang terbaik yang aku butuhkan, bukan dari apa yang aku inginkan semata. Allah selalu mendekatkan mereka-mereka yang diridhoi-Nya, bukan mereka yang membuatku berpaling darinya.

Aku bahagia bisa menghirup udara bahagia hingga 21 tahun ini. Aku akan terus berusaha memperbaiki diri ini yang salah dan berusaha istiqamah di jalan-Mu Yaa Rabb. Semoga Engkau selalu memeluk erat hambaMu yang lemah ini dalam menempuh masa depan yang kelak hamba yakin, akan jauh lebih berarti.

Barakallah. Semoga Engkau ridho menuntun hambaMu ini masuk ke Jannah-Mu, bertemankan keluarga, sahabat kerabat yang senantiasa ingin mengharap ridho-Mu. Aamiin Allahumma aamin.

Minggu, 06 April 2014

Iri

Cerita darinya

Hari ini tema postinganku mengenai IRI. Kali ini, Gadis itu sedang bercerita tentang kata hatinya dan dia memang sedang butuh sosok sahabat yg benar2 dapat bersatu padan dengan hati dan pikirannya. Namun bukan hanya itu, ia berkata ia belum menemukan sosok sahabat seperti dulu yang ia punya. Dan... katanya:

Iri itu manusiawi banget. Iri itu rasanya timbul pada saat perasaan kita mengatakan kalo kita tidak bisa 'memiliki' ataupun 'merasakan' seperti objek/subjek yg menimbulkan rasa iri tersebut. Aku iri mereka punya ini, itu, mereka punya kebahagiaan diantara mereka, mereka punya kelurga dan orang2 tersayang yang amat dan teramat istimewa dimataku. Ya. Karena aku tidak memiliki seutuhnya seperti apa yang mereka punya. Aku tidak memiliki senyuman tulus di kala bahagia setiap harinya. Aku tidak bisa menguasai diriku untuk mendapati sosok sahabat yang satu visi-misi. Kali ini tampak berbeda sekali. Seolah-olah mencoba menutup diri dan hanya terpaku pada satu dua orang yang sama saja. Jenuh dan iri melihat mereka.

Lantas mendengar semua itu, apa yang bisa kuperbuat. Hanya mencoba dan berusaha bahwa aku bisa menjadi bagian darinya, bisa bermain dan membuatnya tersenyum? Apa bisa? Itulah kenapa sulit menjadi sosok teman sehati dan sejati... butuh waktu lama untuk adaptasi dan sosok sahabat itu lebih susah didapati jika bukan dari kita yang memulai membuka diri dan merajut tali persaudaraan kepada siapa saja

Minggu, 24 November 2013

Another OSCE episodes: OSCE blok 20 (Psikiatri)

Assalammu'alaikum wr.wb

It seem too long not to describe about my school life ya? I took a very long days without leave any little path's on my blog. Sorry guys, I surely did so waste to my time (for not tell some in here). Anyway, now I've just pass my 20th block of my college. I'm sooo in mood to describe about what has gone with my OSCE truely story whether it'll get better or any other result but surely hope, me, got what score upper high standard score! o:)

Sama halnya seperti OSCE2 yang udah dilewatin, kali ini bermodalkan jas lab putih kebanggaan disertai nametag dan diiringi bismillahirrahmanirrahim, aku, kali ini dipanggil dan giliranku di jalur 4. Whatever it takes, I try to be resigned. Pasrah aja (lagi).

Untuk OSCE blok 20 ini, blok Psikiatri yang memang masih bisa dikatakan abstrak bagi beberapa orang dari kami. Lupakan keabstrakannya, sekarang langsung masuk ke jalur dan kasus nya deh. Semua jalur kasus2nya sama, cuma ya itu, pengujinya yang pasti beda2.

Meja 1: disini aku ketemu sama dr.Rulan (pas banget, dia yang waktu itu jadi tutor kelompok pada waktu skill lab "deteksi dini gangguan perkembangan anak") yah, lebih kurang aku ngerti dan tau apa maunya dia. Disini aku melakukan autoanamnesis kepada chandra, 30 bln, blm bsa bicara. Of course, langsung gunakan CHAT sebagai alat bantu deteksi ASD (Autistic Spectrum Disorder). Lalu diinterpretasiin (kebetulan hasilnya chandra resiko tinggi autis). Next, jelasin alasan diagnosanya sampe intervensi untuk anak autis.

Meja 2: aku ketemu dr.penguji dengan kakak koas yang jadi probandusnya (dia mirip sama kak daus 2010 deh klo ga salah), optimal banget roleplayed sebagai mahasiswa yang lagi depresi karena gak lulus ujian blok psikiatri :p dan setelah di autoanamnesis, didapatkan diagnosa Axis 1, Fulan namanya, mengalami episode depresi berat tanpa gejala psikotik, dengan perbuatannya ingin bunuh diri. Dari situ dijelasin deh, keadaan umum pasiennya, fenomena2 psikopatologinya, DD nya, diagnosa multiaksial, tatalaksana dan prognosis.

Meja 3: kali ini aku ketemu dengan dr.Erial Bahar sebagai penguji, sosok dokter yang menginspirasi, beliau itu sumpah, salah satu intelligence dosen yang ilmunya melimpah banget, update banget dan bener2 respect deh. Anyway, di meja 3, aku disuruh melalukan pemeriksaan MMSE. Yang ditanya kebetulan cuma tentang orientasi waktu, tempat, registrasi (kalkulasi) dan total yang didapet berapa (plus interpretasi). Daaann itu doang sih untungnya. Pasti semua bisa deh ;)

Meja 4: meja makan :p alias ga ada.. abis meja 3 yaa OSCE blok 20 pun selesai. Lanjut ke meja makan. Biasa kan, abis ujian, rata2 glukosa otak udah menurun sekian persen dan perlu asupan makan lagi buat belajar :D

Tapi satu hal sih, ujian di blok 20 ini, yang buat beda karena ujian pertamanya diambil alih oleh OSCE, jadi serasa sehabis OSCE itu bener2 ga ada ujian lagi, padahal bsok2nya harus menghadapi MCQ IT dan McQ Tutorial. Wajarlah. Selama ini klimaks tegangnya ujian kan ada di OSCE :D
Semuanya balik lagi ke hasil. Semoga blok 20 ini aku mendapati hasil yang lebih memuaskan. Aamiin YRA o:)

Terima kasih untuk waktu membacanya, teman.
Wassalammu'alaikum wr.wb

Sabtu, 23 November 2013

Iya. Memang benar. Saatnya Merelakan :)

Assalammu'alaikum wr.wb

Sudah lama blog ini gak pernah aku posting lagi. Maaf walau sebenarnya begitu banyak cerita sana kemari, hanya saja aku pribadi kurang banyak waktu untuk melampiaskan semuanya di blog jadulku ini..

Kali ini aku mengutip kata-kata yang sungguh indah daripada buku @tausiyahcinta sekilas mengenai makna aku dan kamu yang sama-sama belajar memaknai cinta kepada Illahi, cinta terbesar yang takkan pernah kandas dan senantiasa tulus hingga akhir zaman.

"Kalian tahu teman, kebahagiaan hakiki hanyalah dari-Nya, Sang Penggenggam Hati. Bukan tergantung pada lawan jenis yang belum halal :') Allah akan mengambil mereka yang belum halal dan menghadiahkan 'lagi' ataupun 'kembali' ke kehidupan kita, itu demi yang terbaik untuk kita."

"Setan memabg suka memberikan angan-angan kosong, seperti halnya cinta kepada lawan jenis yang belum halal yang perlahan masuk ke dalam hati ini. Tapi, harus kita pahami bahwa segala sesuatu itu ada saatnya bukan? Iya. Ada saatnya untuk mempertahankan. Dan. Ada saatnya pula untuk melepaskan. Maka lepaskanlah..."

Jika Sang Mahacinta tak dapat mengembalikanmu kepadaku dalam kehidupan ini, pasti Dia akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang.

Yah. Andaikan Allah tak mempertemukan kita di Jabal Rahmah, kuberharap kita dipertemukan di Jannah.

Karena tentunya. Siapapun nama yang Allah telah goreskan untuk kita, itulah yang terbaik untuk kita :)

Zikrullah!!
Wassalammu'alaikum wr.wb

Selasa, 06 Agustus 2013

Ada hikmah sepintas dan kini... di penghujung bulan Ramadhan 1434 H

Assalammualaikum wr.wb :)
Alhamdulillah dan nggak kerasa banget hari ini tepatnya tanggal 6 Agustus berlokasi di kamar tercinta dan baru aja didampingi adek cowokku yg sangat suka kepo :3 hihi
Alhamdulillah hari ini dua hari terakhir di bulan Ramadhan, subhaah banyak sekali hikmah di bulan Ramadhan ini. Aku pribadi sangat merasakan eratnya dekapan Allah dan kasih sayangnya Nya yang tak kunjung padam buatku dan keluargaku.
Sebernarnya sudah ada niat tahun ini dan sampai akhirnya...

Alhamdulillah lagi tak henti-hentinya, memasuki bulan suci ini aku sudah bertekas bulat untuk beristiqamah melalui caraku berpenampilan mulai menetapkan hati untuk berhijab sebagai identitas sejatiku sebagai seorang muslimah. Walau memang ada-ada saja, dulu aku merasa minder kalo pake jilbab, merasa tidak secantik bermahkota rambutlah, merasa wajahku lebih bulatlah, selalu merasa cepet kepanasanlah... pokoknya ada-ada aja godaan :D
Tapi Allah Maha Besar, dengan apapun yg sempat membuatku "salah" malah semakin banyak teman dan keluarga menyupportku..

"Ayo ndy kapan berhijab?" Besoknya.. "Ayo ndy kapan berhijab?" Besoknya lagii.. "Ayo ndy kapan berhijab?"
"Ndy... ;;)"
"Pakelah ndy hijab tuuh :)"
"Baju panjang, rok juga uda panjang. Tinggal jilbabnya ndy:)"
"Ditunggu ya ndy hijabnya ;;)"
"Pokoknya kalo ndy pake jilbab, aku mau deh ngajarin ndy pake jilbab (gaya ini gaya itu)

Daann pokonya they were guys really support me and I was very pleasure to be around you:)
Itu semua bukan paksaan. Itu semua bukan tuntutan orang lain. Itu semua bukan semata-mata ingin seperti orang lain. Karena sesungguhnya tekadku ini murni lillahita'alaa. Sempat waktu itu saat ubkm dan pembicaranya dr.Syafiuddin. Kalian tahu? Walaupun sdh sering aku mendengar perintah2 wajib berhijab utk wanita, tpi entah kali ini terasa lbh bergetar dan terpucat jiwa ini, saat Beliau berkata, "Tiada pernah mereka mencium bau syurga, apalagi masuk kedalamnya bagi mereka yang tidak pernah menutupi auratnya" dan seketika *flat*
.........

Aku merasa dengan ibadah yg alhamdulillah aku jalani, sunnah-sunnah yang insyaAllah takut jika aku tinggalkan, insyaAllah kekurangan itu bisa aku tutupi dengam caraku berpenampilan tertutup yang insyaAllah lebih baik.
Bukan untuk mendapat pujian atau apalah namanya, tetapi wanita yg berhijab alhamdulillah selalu disambut baik oleh wanita2 lainnya.

Aku tahu aku belajar dari kesalahan. Aku tahu setiap "hal" selalu butuh tanggung jawab dan resiko di balik semuanya. Aku memilih menjadi pribadi yg lebih baik pasti marena suatu hal.
Having a good manner is always related to how you'd like to try in your maturation. I insist, and we can learn from "something" behind our story wheter it was nad or good :)
That was up actually on my first day using hijab with all my soul and lillahita'alaa
(Those pic I took after my friends and I has done follow this, Free medication and Public Circumsision handled by Dirgahayu TNI ke-67 :D
Here a little bit 

Teman..teman..
Sebenernya perubahan itu kita sendiri yang memutuskan dan kita sendiri pula yang menjalaninya. Alhamdulillah akan selalu ada hikmah dari Allah SWT atas semua doa dan niat baik kita pribadi. Selalu belajar istiqamah! Dan sampai di akhir ramadhan ini pun aku dapatkan sepercik kebahagian lalu yang sempat rusak. Semua itu karena doa kita. Doa kita untuk ingin perubahan yg lebih baik terjadi. Doa kita untuk tidak ingin merusak tali silaturahmi kepada saudara-saudara kita.
(Sebenernya part cerita ini tidak begitu berhubungan dengan cerita sebelumnya, jdi kita abaikan saja)

Sekali lagi.. Takabbalalallahuminna waminkum. Takabbal yaa kariim :)



Sabtu, 01 Juni 2013

Cinta terbesar hanya disandarkan pada Allah SWT

Untuk para wanita yg sedang jatuh bangun oleh pahit manisnya asmara yg tak lain hanya godaan dunia yg sementara..
Yuk istighfar dahulu :)

Mencintai itu ibarat menggenggam sebuah pisau di tangan, ia akan membuat kita terluka ketika menggenggamnya terlalu erat.
Karena sesungguhnya yg lebih mulia yaitu dengan mencintai seseorang tanpa melihat, tanpa mendengar dengan setulus hati dan seutuhnya rasa yang kita miliki. Karena...
Dicintai seseorang adalah sesuatu yg bisa menjadi berkah namun bisa juga menjadi fitnah. Tetapi, dicintai Allah adalah segala-galanya, karena segala macam cinta itu ada dalam genggaman-Nya.

Selalu senantiasa bersyukur kepada Allah dalam kondisi apapun kita, skalipun pahitnya dunia yg kita rasakan..
Semoga bermanfaat. Takobballah waminkum, takobbal yaa kariim o:)

Rabu, 08 Mei 2013

Tegar dalam kesakitan itu emas :')

Harus berapa kali lagi, harus berapa lama lagi aku berdiri sendiri dalam kesakitan ini. Sekarang aku mulai mencoba utk tetap tegar dalam kesakitan ini tapi masih sangat dalam semua ini. Aku berjanji utk tidak menitihkan air mata lagi, tapi semakin ditahan, semakin sulit rasanya membendung tangis ini :')
Ini benar-benar bukan aku yg sesungguhnya, bukan Vindy Cesariana yg ada di dalam diriku ya Rabb :')
Semakin aku ingin menjauhi semakin aku tidak tega dengan keikhlasan dan kerelaan ini. Aku malu. Aku... :'(
Disaat hening dan sendiri di sudut ruang pink ini, semua makin pecah. Aku teringat kembali, aku sedih lagi, ada kesal karena yakin mereka pasti tidak akan memikirkan aku lagi. Aku berasa terpuruk dalam permulaan bahagia mereka ya Allah :'(
kenapa harus aku yg tergantikan seperti ini? :')
Entah apa lagi yg akan kulihat. Berjalan sambil melewati mereka berdua? Mereka berjalan berdua? Mereka tertawa berdua? Sakiiiiiitt ya Allah :"(

Aku butuh kembali menjadi Vindy Cesariana yg cukup tegar utk saat ini. Walau sulit. Kemana jati dirikuuu? Kenapa aku benar-benar dibutakan oleh cinta dan seorang pria yg tak cukup jelas utk masa depanku kelak? Kenapa aku lalai dan berasa bodoh dengan semua ulahku?

Disaat ketulusan seseorang dinilai besar usahanya, jgn pernah lagi terjebak dengan ketulusan yg dulu, sekarang dan masa depan. Karena tulusnya seseorang terhadap kita itu jauh mahal harganya, walau ada perdebatan diantara kedua pihak.. seorang pria tulus tidak hanya mengikrarkan janji tulusnya itu, melainkan rela berkorban dengan sikap tulusnya kepada kita, mempertahankan dan hanya tulus kepada satu wanita saja, walau banyak wanita sempurna lainnya yg dapat menggoda hatinya :')

Astaghfirullahalaziim