Minggu, 24 November 2013

Another OSCE episodes: OSCE blok 20 (Psikiatri)

Assalammu'alaikum wr.wb

It seem too long not to describe about my school life ya? I took a very long days without leave any little path's on my blog. Sorry guys, I surely did so waste to my time (for not tell some in here). Anyway, now I've just pass my 20th block of my college. I'm sooo in mood to describe about what has gone with my OSCE truely story whether it'll get better or any other result but surely hope, me, got what score upper high standard score! o:)

Sama halnya seperti OSCE2 yang udah dilewatin, kali ini bermodalkan jas lab putih kebanggaan disertai nametag dan diiringi bismillahirrahmanirrahim, aku, kali ini dipanggil dan giliranku di jalur 4. Whatever it takes, I try to be resigned. Pasrah aja (lagi).

Untuk OSCE blok 20 ini, blok Psikiatri yang memang masih bisa dikatakan abstrak bagi beberapa orang dari kami. Lupakan keabstrakannya, sekarang langsung masuk ke jalur dan kasus nya deh. Semua jalur kasus2nya sama, cuma ya itu, pengujinya yang pasti beda2.

Meja 1: disini aku ketemu sama dr.Rulan (pas banget, dia yang waktu itu jadi tutor kelompok pada waktu skill lab "deteksi dini gangguan perkembangan anak") yah, lebih kurang aku ngerti dan tau apa maunya dia. Disini aku melakukan autoanamnesis kepada chandra, 30 bln, blm bsa bicara. Of course, langsung gunakan CHAT sebagai alat bantu deteksi ASD (Autistic Spectrum Disorder). Lalu diinterpretasiin (kebetulan hasilnya chandra resiko tinggi autis). Next, jelasin alasan diagnosanya sampe intervensi untuk anak autis.

Meja 2: aku ketemu dr.penguji dengan kakak koas yang jadi probandusnya (dia mirip sama kak daus 2010 deh klo ga salah), optimal banget roleplayed sebagai mahasiswa yang lagi depresi karena gak lulus ujian blok psikiatri :p dan setelah di autoanamnesis, didapatkan diagnosa Axis 1, Fulan namanya, mengalami episode depresi berat tanpa gejala psikotik, dengan perbuatannya ingin bunuh diri. Dari situ dijelasin deh, keadaan umum pasiennya, fenomena2 psikopatologinya, DD nya, diagnosa multiaksial, tatalaksana dan prognosis.

Meja 3: kali ini aku ketemu dengan dr.Erial Bahar sebagai penguji, sosok dokter yang menginspirasi, beliau itu sumpah, salah satu intelligence dosen yang ilmunya melimpah banget, update banget dan bener2 respect deh. Anyway, di meja 3, aku disuruh melalukan pemeriksaan MMSE. Yang ditanya kebetulan cuma tentang orientasi waktu, tempat, registrasi (kalkulasi) dan total yang didapet berapa (plus interpretasi). Daaann itu doang sih untungnya. Pasti semua bisa deh ;)

Meja 4: meja makan :p alias ga ada.. abis meja 3 yaa OSCE blok 20 pun selesai. Lanjut ke meja makan. Biasa kan, abis ujian, rata2 glukosa otak udah menurun sekian persen dan perlu asupan makan lagi buat belajar :D

Tapi satu hal sih, ujian di blok 20 ini, yang buat beda karena ujian pertamanya diambil alih oleh OSCE, jadi serasa sehabis OSCE itu bener2 ga ada ujian lagi, padahal bsok2nya harus menghadapi MCQ IT dan McQ Tutorial. Wajarlah. Selama ini klimaks tegangnya ujian kan ada di OSCE :D
Semuanya balik lagi ke hasil. Semoga blok 20 ini aku mendapati hasil yang lebih memuaskan. Aamiin YRA o:)

Terima kasih untuk waktu membacanya, teman.
Wassalammu'alaikum wr.wb

Sabtu, 23 November 2013

Iya. Memang benar. Saatnya Merelakan :)

Assalammu'alaikum wr.wb

Sudah lama blog ini gak pernah aku posting lagi. Maaf walau sebenarnya begitu banyak cerita sana kemari, hanya saja aku pribadi kurang banyak waktu untuk melampiaskan semuanya di blog jadulku ini..

Kali ini aku mengutip kata-kata yang sungguh indah daripada buku @tausiyahcinta sekilas mengenai makna aku dan kamu yang sama-sama belajar memaknai cinta kepada Illahi, cinta terbesar yang takkan pernah kandas dan senantiasa tulus hingga akhir zaman.

"Kalian tahu teman, kebahagiaan hakiki hanyalah dari-Nya, Sang Penggenggam Hati. Bukan tergantung pada lawan jenis yang belum halal :') Allah akan mengambil mereka yang belum halal dan menghadiahkan 'lagi' ataupun 'kembali' ke kehidupan kita, itu demi yang terbaik untuk kita."

"Setan memabg suka memberikan angan-angan kosong, seperti halnya cinta kepada lawan jenis yang belum halal yang perlahan masuk ke dalam hati ini. Tapi, harus kita pahami bahwa segala sesuatu itu ada saatnya bukan? Iya. Ada saatnya untuk mempertahankan. Dan. Ada saatnya pula untuk melepaskan. Maka lepaskanlah..."

Jika Sang Mahacinta tak dapat mengembalikanmu kepadaku dalam kehidupan ini, pasti Dia akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang.

Yah. Andaikan Allah tak mempertemukan kita di Jabal Rahmah, kuberharap kita dipertemukan di Jannah.

Karena tentunya. Siapapun nama yang Allah telah goreskan untuk kita, itulah yang terbaik untuk kita :)

Zikrullah!!
Wassalammu'alaikum wr.wb